Minggu, 01 Januari 2012

Teknik dasar service televisi

>> Sep 18, 2010

Teknik dasar service televisi
Untuk menjadi teknisi TV hurus dan wajib meng hafalkan tespoint tegangan….
Karena itu adalah kunci dari seorang teknisi TV
1. Tegangan pada B+ Horizontal
2. 14”110V
3. 21”110V-115V
4. 25”-32”125V-130V
6.Tegangan pada output vertical 12V untuk B+ IC vertical tergantung pada jenis IC
Vertical tersebut pada umum nya 14V -24V yg penting pastikan output vertical 12V
7. Tegangan VT pada tuner 0V-33V
8.Tegangan B+ ke IC Program 5V untuk jenis IC Program terbaru ada yg 3,3V
9.Tegangan Heater pada crt-soket 5,3V

Tips mengganti mesin TV baru buatan china.


Sudah menjadi hal yang umum bahwa saat ini jika teknisi menjumpai kerusakan yang sulit, spare part yang mahal atau langka, maka solusi yang diambil adalah mengganti pcb modul baru buatan china. Hal ini menyebabkan saat ini penjualan pcb modul sangat murah meriah.
Untuk mendapatkan hasil gambar yang optimal dan keawetan pesawat, maka ketika mengganti pcb baru ada beberapa hal yang perlu diperhatikan atau dilakukan.

1 Cek ulang tegangan B+
Tegangan B+ yang over dapat menyebabkan komponen-komponen sekitar bagian sekunder power suply dan sekitar pcb crt-soket over-heated sehingga lama-kelamaan pcb menjadi sedikit gosong dan solderan menjadi rapuh. Adjust tegangan B+ sekitar 110 hingga 115v

2 Sesuaikan tegangan heater.
Semua jenis tabung gambar mempunyai spesifikasi tegangan heater yang sama, hanya kebutuhan arusnya yang berbeda-beda. Jika diukur menggunakan VTVM atau menggunakan digital volt-meter yang bagus tegangan tabung gambar tepatnya adalah 6.3v ac. AVO-meter yang digunakan teknisi umumnya tidak mampu mengukur dengan tepat tegangan ini. Teknisi dapat mengkalibrasi avo-meternya dengan cara mengukur tegangan heater pada pesawat televisi baru yang masih standard. Misalnya avo-meter teknisi menunjukkan angka5.3v, maka angka ini jadikanlah standard untuk tegangan heater yang benar.
Ketika melakukan penggantian pcb maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan tegangan heater. Jika hasil pengukuran tegangan heater terlalu besar, maka modifikasi resistor ohm pada jalur heater dengan nilai yang lebih besar agar tegangan heater tepat. Siapkanlah beberapa resistor 2w dengan nilai 1.2, 2.2, 2.7, 3.9, 4.7 ohm

Kami selama ini kadang terima servisan dengan problem tabung gambar lemah pesawat televisi re-build atau pesawat yang pernah ganti pcb baru. Pada hal menurut info pemilik pesawat baru dipakai sekitar dua atau tiga tahun. Ketika kami periksa umumnya tegangan heater terlalu tinggi. Hal inilah yang menyebabkan umur tabung gambar menjadi lebih pendek.

3 Adjust vertikal geometri

  • Masuk serive-menu
  • Pilih tampilan patern kotak-kotak yang sudah tersedia untuk adjust Vertikal size, Vertikal center dan vertikal S.

4 Adjust low-light white balance

  • Sebelumnya adjust nilai kontras dan britnes ditengah-tengah
  • Masuk serive menu 
4. Macam-macam kerusakan pada bagian Defleksi Horisontal

4.01 Tidak ada tegangan B+ pada kolektor transistor HOT dapat disebabkan antara lain karena :
• Transistor HOT kolektor-emitor short.
• Diode penyearah tegangan B+ short dari tranfo SMPS short.
• Power suply (SMPS) tidak kerja.
• Beberapa model TV menggunskan sirkit dimana tegangan B+ rendah pada saat stand by. Tegangan B+ baru akan naik menjadi normal jika mikrokontrol telah di-on-kan. Kerusakan bagian mikrokontrol atau sirkit pendukungnya dapat menyebabkan tegangan B+ tidak mau naik ke normal.
• Sirkit suply tegangan B+ menggunakan transistor atau relay sebagai "pemutus on-off" yang dikendalikan oleh bagian mikrokontrol melalui kontrol pin "power on-off". Kerusakan mungkin disebabkan pada sirkit ini.
• Kerusakan bagian mikrokontrol (kontrol power-on belum kerja).

4.02 Untuk mengetahui apakah bagian defleksi horisontal sudah bekerja, dapat dilakukan pemeriksaan atau pengamatan visual antara lain seperti :
• Diukur ada tegangan heater ada tegangan sekitar 5v ac. Nilai ini bukan nilai sebenarnya sebab avo-meter biasa tidak cocok untuk mengukur tegangan ac dengan frekwensi tinggi. Jika diukur dengan VTVM yang dapat dugunakan untuk mengkur teganagan frekwensi tinggi, nilai sebenarnya tegangan heater adalah 6.8v ac
• Secara visual heater nampak menyala.
• Diukur ada tegangan screen.
• Di cek ada sisa muatan tegangan tinggi pada anode tabung gambar.

4.03 Diperiksa sudah ada tegangan B+ pada kolektor transistor HOT. Maka jika bagian defeleksi horisontal belum kerja sama sekali dapat disebabkan karena (4.03.1 ~ 4.03.5) :

4.03.1 Osilator horisontal pada IC Jungel belum bekerja. Tergantung dari desain sistim kerja IC Jungel maka osilator horisontal belum bekerja kerja dapat disebabkan antara lain oleh :
• Tegangan suply pada pin-H.Vcc tidak ada atau kurang dari spesikasinya. Kebanyakan IC Jungel mempunyai tegangan kerja pada pin-Hvcc sebesar 8v (baca 4.04.6)
• (TV model lama) Keramik resonator 500khz rusak
• Beberapa tipe IC Jungel ada yang menggunakan resistor pull up (yang dihungkan ke jalur suply plus) pada bagian outputnya ( misal TDA8366, TDA8842). Jika resistor putus maka basis transistor driver tidak mendapat tegangan bias.
• Jalur hubungan pulsa SDA-SCL antara IC Mikrokontrol dengan IC Jungel putus atau jalur yang ada yang short disebabkan kerusakan pada part lain.
• IC mikrokontrol posisi belum "on" atau belum bekerja. Beberapa tipe IC jungel osilator horisontal sudah dapat langsung bekerja jika ada suply Hvcc tanpa menghidupkan mikrokontrol dulu atau mikrokontrol rusak. Tetapi ada beberapa tipe yang belum mau bekerja walaupun sudah ada tegangan suply Hvcc sebelum mikrokontrol mau "on" (contoh adalah TDA8842)
• X-ray protektor dipasang untuk mematikan osilator horisontal jika tegangan flyback over. TV model lama X-ray protektor aktip bekerja dengan menshort ke ground tegangan H.Vcc. Ada kerusakan salah satu part pada sirkit X-ray protektor dapat menyebabkan ada tegangan pemicu X-ray protektor bekerja.
• Beberapa IC Jungel model lama kadang mempunyai pin-Xray input (misal TA8690, TA8659). Normal pin X-ray tegangannya adalah nol. Jika pada pin-Xray input diukur ada tegangan (walaupun kecil) maka osilator tidak mau bekerja.

4.03.2 Kerusakan pada bagian horisontal driver yang dapat disebabkan karena :
• Tidak ada suply tegangan ke kolektor.
• Kadang dijumpai tegangan kolektor nol, tetapi jika transistor driver dilepas tegangan kolektor ada. Ini bukan kerusakan bagian driver. Problem disebabkan pada IC Jungel yang menyebabkan tegangan basis transistor over. Dapat disebabkan karena IC Jungel rusak atau horisontal osilator belum bekerja.
• Tidak ada tegangan pada basis transistor driver. Hal ini dapat disebabkan osilator horisontal belum bekerja, jalur ada yang putus, atau resistor pull-up pada pin hor-out IC Jungel rusak.
• Pada model TV tertentu kadang pada jalur basis transistor driver dipasang semacam transistor protektor yang disambungkan ke bagian vertikal-out, dimana kolektor-emitor transistor protektor ini akan men-short-kan ke ground tegangan basis jika ada problem pada bagian vertikal. Coba open dahulu transistor ini.
• Walaupun jarang terjadi kadang disebabkan tranfo horisontal driver rusak
• Transistor driver rusak.
Untuk mengetahui bahwa osilator horisontal dan driver horisontal keduanya sudah bekerja dapat dilakukan dengan cara mengukur tegangan pada bagian sekunder tranfo driver. Umunya kalau diukur ada tegangan sekitar 2v AC., jika basis transistor HOT diopen.


4.03.3 Kerusakan transistor HOT dimana umumnya kolektor-emitornya short, sehingga menyebabkan jalur B+ short ke ground. Tetapi kadang transistor HOT rusak karena basis-emitornya yang short. Mengganti transistor HOT sebaiknya menggunakan nomor part yang sama untuk menjamin keawetan pemakaian. Mengganti transistor HOT dengan nomor part berbeda memang dapat dilakukan, hanya kadangkala dapat menimbulkan problem seperti over OVP (Over Current Protector) aktip bekerja, raster tidak penuh kiri-kanan, atau tidak tahan lama.
Untuk menghindari kerusakan berulang atau pesawat kembali rusak setelah dipakai beberapa hari atau minggu. Sebelum mengganti transistor HOT yang rusak, maka sebaiknya dilakukanlah pemeriksaan hal-hal yang mungkin dapat menyebabkan transistor ini rusak :
• Cek tegangan B+ apakah normal
• Periksa solderan pada kapasitor resonan
• Periksa elko pada suply kumparan primer tranfo horisontal driver, mungkin kering
• (Kalau perlu) Periksa def yoke.

sering rusak. Dalam hal ini maka perlu dicari informasi modifikasi yang diperlukan.
4.03.4 Kerusakan tranfo flyback dapat ditunjukkan dengan tanda-tanda antara lain :
• Transistor HOT rusak short, dan jika diganti baru akan rusak lagi
• Bodi flyback ada bagian yang mengelembung, warna berubah, ada lubang kecil yang kadang keluar semacam lelehan.
• Resistor pada sirkit bagian ABL ada yang terbakar
• Kapasitor (200v) pada pin-ABL flyback short
• Keluar loncatan api dari bagian tertentu atau antar kaki pin-pinnya.
• Tegangan tinggi anode, fokus, screen tidak keluar, tetapi tegangan rendah lainnya keluar.
• Jika diukur dengan ohm meter( dengan x 1K) ada kebocoran antara anode cap dengan kaki ground flybak.
• Jika diukur dengan ohm meter ada hubungan antara kumparan primer dengan sekunder.

4.03.5 Kerusakan Def Yoke ditandai antara lain dengan :
• Tegangan B+ drops dan kadang disertai suara huming dari speaker. Jika konektor def yoke dilepas maka bagian horisontal atau tegangan B+ akan langsung bekerja dengan normal. Jangan menghidupkan TV terlalu lama tanpa def yoke karena dapat menyebabkan phospor tabung layar terbakar pada titik tengah layar. Kecilkan VR screen sebelum mencoba hal ini.
• Transistor HOT rusak. Jika diganti akan rusak lagi.
• Raster nampak berbentuk seperti trapesiumd. Lepas kumparan def yoke.
• Keluar asap.
• Jika def yoke dilepas secara visual nampak ada bagian yang terbakar. Melepas def yoke hati-hati jangan sampai merubah posisi adjustment magnet konvergen yang ada dibelakangnya. Dan ketika memasang kembali magnet konvergen pasang pada posisi seperti semula.

4.04.6 Sirkit suply tegangan H-Vccke IC Jungel ada berbagai macam sistim, sehingga ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan tidak ada tegangan suply H-Vcc.
• Tegangan diberikan dari dari suply B+ melalui resistor puluhan kilo ohm.
• Tegangan diberikan dari tegangan rendah melalui resistor ratusan ohm
• Suply menggunakan sirkit transistor pemutus yang dikendalaikan oleh bagian mikrokontrol, sehingga mikrokontrol yang belum on atau sirkit pemutus yang rusak menyebabkan suply H-Vcc tidak ada.
• IC jungel rusak dimana pin H-Vcc IC Jungle short. Jika pin H-Vcc IC Jungel diopen maka tegangan ada.
• Pada TV model lama kadang dipasang sebuah transistor X-ray protektor pada jalur H-Vcc. Keruskan pada transistor X-ray protektor akan menyebabkan H-Vcc di-short-kan ke ground.

4.05 Bagian defleksi horisontal hidup tetapi sebentar kemudian terus mati. Problem semacam ini dapat disebabkan antara lain karena ( 4.05.1 ~ 4.05.3) :

4.05.1 X-ray protektor pada TV model lama umumnya akan mematikan osilator horisontal jika tegangan tinggi anode over. Problem kemungkinan dapat disebabkan karena :
• Kapasitor resonan 1600v pada kolektor transistor HOT nilainya berubah mengecil
• Tegangan B+ over
• Kerusakan part pada sirkit X-ray protektor, misalnya ada diode zener bocor atau ada transistornya yang bocor.
Tanpa skematik diagram kadang sulit mencari lokasi X-ray protektor. Kita dapat melacak mencari lokasi sirkit X-ray dengan cara sebagai berikut :
• Open semua pin pada flyback kecuali pin-B+ dan pin-Kolektor.
• Hidupkan TV dan biasanya protek sudah tidak akan aktip bekerja.
• Solder kembali pin yang telah di open satu persatu bergantian dengan dicoba hidupkan setiap kali habis menyambung salah satu pin yang telah diopen.
• Jika protektor bekerja, maka sirkit X-ray berhubungan dengan pin yang baru saja disambung kembali tersebut.

4.05.2 OVP aktip bekerja jika arus B+ yang over. Kerusakan mungkin dapat disebabkan karena :
• Kumparan def yoke rusak
• Flyback rusak
• Beban flyback berat, disebabkan karena sirkit yang mengambil suply dari flyback ada yang rusak.
• sirkit OVP sendiri ada yang part yang rusak.

4.05.3 Kerusakan pada bagian horisontal driver umumnya disebabkan karena :
• Transistor mau rusak sehingga kadang mau bekerja pada saat masih dingin,
• Suply untuk tegangan kolektor putus.
• Kadang tegangan kolektor nol, tetapi jika transistor driver diopen tegangan ada. Kerusakan bukan pada bagian horisontal driver, tetapi pada bagian osilator horisontal
• Walaupun jarang terjadi kadang tranfo horisontal driver rusak.

4.06 Ketika TV dihidupkan transistor HOT langsung rusak sebelum kita sempat melakukan pengukuran. Kemungkinan dapat disebabkan karena :
• Kapasitor resonan pada kolektor HOT yang mempunyai tegangan kerja 1600v nilainya berubah mengecil atau solderan lepas. Hal ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi yang sangat tinggi pada tranfo flyback yang menyebabkan transistor rusak. Nilai kapasitor ini cukup kritis oleh karena itu ganti dengan nilai yang sama.
• Kumparan horisontal Def yoke rusak terbakar atau short
• Flyback rusak pada bagian gulungan primer antara pin-B+ dengan pin-kolektor short.
• Tabung gambar rusak (biasanya ada loncatan api didaamnya).
• Tegangan B+ over
• (TV lama) Kerusakan pada keramik resonator 500KHz yang menyebabkan frekwensi osilator berubah menjadi tinggi. Biasanya disertai suara ngencrit sebelum rusak.
• Kerusakan pada sirkit PH1 (AFC1) seperti resistor, kapasitor atau IC Jungel.

4.07 Menjumpai transistor HOT rusak secara berulang pada saat melakukan perbaikan TV, maka dapat dilakukan langkah-langkah percobaan sebagai berikut untuk mencegah kerusakan tersebut :
• Sediakan lampu 100w/220v 2 buah yang disambung paralel.
• Masing-masing beri sambungan kabel sepanjang kurang lebih 30cm pada kedua ujungnya dengan cara disolder.
• Putus jalur hubungan antara pin-flyback yang ke kolektor transistor HOT.
• Pasang kedua lampu antara pin-flyback dengan kolektor transistor HOT secara paralel.
• Hidupkan TV.
• Jika lampu menyala terang berarti masih ada kerusakan pada bagian lain yang dapat menyebabkan transistor HOT rusak.
• Jika nyala lampu sudah redup berarti kerusakan telah teratasi dan kembalikan sirkit seperti semula.

4.08 Transistor HOT panas atau transistor dalam jangka pendek rusak berulang setelah diambil konsumen.
Penyebab kerusakan transistor HOT dapat dikategorikan sebagai berikut :
• Sinyal drive yang kurang sehingga menyebabkan under-drive. Umumnya disebabkan karena elko kering pada suply Vcc tranfo horisoantal drive. Tegangan suply yang drops pada horisontal oslator maupun horisontal drive juga dapat menyebabkan masalah ini.
• Sinyal drive yang over. Dapat disebabkan tegangan suply pada horisontal osilator atau horisontal drive yang over. Biasanya karena ada part seperti resistor yang diganti dengan nilai yang berbeda.
• Sinyal drive yang over dapat juga disebabkan karena tegangan Hvcc pada ic jungel over. Dapat disebabkan karena kerusakan regulator atau ada resistor yang diganti dengan nilai yang tidak sama.
• Arus kolektor over disebabkan karena beban yang over. Mungkin disebabkan karena def yoke, flyback, bagian vertikal out ada masalah.
• Tegangan kolektor over. Dapat disebabkan karena kapasitor resonan nilai mengecil, tegangan power suply kadang berubah naik.
• Transistor yang dipasang tidak asli atau tidak cocok.
• Pemasangan HOT dengan pendingin kurang baik.
• Ada solderan kurang bagus pada bagian horisontal output, part bagian filter PH1 (AFC1).
• (TV lama) Bagian osilator kadang frekwensinya berubah, misalnya keramik resonator 500Khz yang akan rusak.
Catatan :
• Flyaback yang bersuara dapat menunjukkan bahwa frekwensi horisontal tidak normal. Dalam hal ini kalau TV dihidupkan terlalu lama kadang dapat mengakibatkan transistor HOT rusak.
• Beberapa model TV baru kadang salah dalam desainnya sehingga transistor HOT sering rusak. Dalam hal ini maka perlu dicari informasi modifikasi yang diperlukan.

Satu lagi trik dari teman seperjuangan
Mengatasi data korup tanpa remote

Mengatasi data korup ic memori tanpa remote
Penjelasan secara teknis apa yang kami lakukan ini kami sendiri belum dapat memahami. Tetapi suatu saat mungkin para teknisi dapat mencoba. Suatu saat kami menjumpai Samsung 14 inch flat yang menggunakan ic UOC (one chip atau chip tunggal) dengan problem “raster menyala putih polos terang dan tampilan OSD normal”.
Kami lakukan pemeriksaan :
  • Tombol-tombol front panel bekerja normal.
  • Tegangan Vcc maupun Vdd pada ic-onechip semua normal.
  • Pin input video-in (CVBS in) di-injek tidak ada reaksi sama sekali.
  • Pin IF AGC maupun RF AGC tidak ada tegangan.
Kami simpulkan kemungkinan kerusakan disebabkan kerena problem soft ware atau data korup pada ic memori

Maka langkah pertama yang kami lakukan adalah mencoba yang paling mudah yaitu mengganti ic memori dengan memori kosongan. Ternyata ada hasilnya, ketika pesawat dihidupkan timbul noise sebentar kemudian berubah menjadi blueback. Ketika kami coba melakukan auto-search maupun manual-search ternyata ada problem yaitu muncul tulisan dengan huruf merah “FUNCTION NOT AVAILABLE”.
Masalah ini kami bicarakan dengan rekan kerja dan menyarankan untuk mencoba memasang memori lama dengan cara di “TUMPUK” atau disambung paralel. Hal ini berdasarkan cerita pengalaman dari rekan teknisi lain yang pernah menjumpai hal yang hampir serupa. Yaitu ketika memperbaiki pesawat JVC dan diganti dengan memori kosongan ternyata ada hasilnya, tetapi ada masalah gambar geser kekiri (adjustmen H shift berubah) . Mau coba diadjust tidak ada remote. Dan masalah dapat diselesaikann dengan cara memasang paralel memori baru degan memori lama dengan cara ditumpuk.

Ketika cerita tersebut kami coba praktekkan ternyata memang ada hasilnya, auto-search dapat berfungsi secara normal, hanya screen berubah menjadi agak gelap. Kemudian memori baru kami lepas dan kami pasang kembali memori lama.

Pengalaman lain kami praktekkan pada Sanken flat 14 inch dengan problem muncul tulisan "FACTORY". Yang jadi masalah adalah remote sudah tidak ada lagi. Kami gunakan remote universal tidak ada yang cocok. Info toko memang Sanken silver tidak bisa pakai remote universal.
Kami coba pasang memori kosongan. Hasilnya tulisan factory dapat hilang. tetapi ada problem pada V-size dan volume suara satu strip langsung keras. Lalu kami coba lakukan memasang paralel dengan ditumpuk memori lama dan memori baru. Hasilnya OK. Memori baru kami lepas tanpa memori baru dan hasil tetap OK.
Semoga bermanfaat

REGULATOR
Dalam men service televise hal utama yg harus diperhatikan adalah regulator
Karena jika terjadi over tegangan akibatnya sangat fatal bisa merusak IC2 dalam mesin
Yg lebih parah jika B+ nya sampai 200V yg seharusnya 110V bisa menyebab kan tabung
Televisi pecah dibawah deflexi untuk mensiasati hal tersebut agar tidak terjadi
1 lepaskan dan cabut TR horizontal
2 solder ulang bagian regulator
3 lepaskan fuse / skring ganti dengan lampu bolam 100W lepas juga degousing nya
Setelah itu tes B+ nya pastikan tegangan pada 110V – 115V
Jika keadaan nya normal bolam akan nyala sebentar kemudian mati
Jika bolam nyala terus cepat cabut steker nya dan cari penyebab nya
Teknik ini biasanya saya gunakan untuk kasus matot ini juga akan menghemat biaya karena
Mencegah TR / STR regulator jebol
Penting
gunakan standar keamanan dalam men service televisi
seperti spatu / sandal untuk mencegah hal2 yg tidak di inginkan
karena men service TV kita ber urusan dengan tegangan tinggi beda dengan hand phone
jangan memegang bagian HOT yg ditandai dengan cat bertuliskan HOT


Sumber: http://www.harunazis.cn/2010/09/teknik-dasar-service-televisi.html

1 komentar:

  1. capasitor 1600 vol nya lepas dari solderan kaki dan sebagian nya terbakar di solder lagi tv gak mau hidup, capasitornya terus di ganti tapi tapi yang 1600 vol tidak ada... Ada nya yang 2000 vol kata toko yang jual... Sudah saya ganti aja sama yang 2000 vol tapi tv tetap tidak mau hidup,? Saya lepas tr horizontal lalu saya ukur bolak balik keduanya nyambung dan saya ganti dengan seri di atas nya sebab yang sama persis tidak ada dan saya pasang rapikan seperti semula, langsung saja tv saya aliri tegangan listrik dan saya liat '' amin tv menyala dan terus saya hidupkan sekitar 5 menit tv mati standby tidak bisa stats

    BalasHapus